Dukung wisata, GSJA Jateng 1 gelar baksos di lereng Gunung Merbabu
Sedikitnya 360 jemaat dan Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) JawaTengah I, dikerahkan ke lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah untuk melaksanakan bakti sosial.

Elshinta.com - Sedikitnya 360 jemaat dan Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) JawaTengah I, dikerahkan ke lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah untuk melaksanakan bakti sosial. Ratusan jemaat tersebut datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan mulai Senin (17/6) hingga Selasa (18/6).
Ketua Panitia kegiatan Youth Camp, Deon mengatakan, selain beribadah para jemaat juga melakukan kerja bakti bersih-bersih di tengah tengah perkampungan warga serta memberikan paket sembako untuk membantu warga yang lebih membutuhkan.
"Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun. Kami memilih di Desa Jeruk ini untuk ikut membantu dan mendukung wisata di lereng Gunung Merbabu di Selo. Kami mengexplore ini agar wisata di Selo lebih dikenal oleh masyarakat luas," kata Deon seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Selasa (18/6).
Lebih lanjut Deon mengatakan, tujuan dilaksanakannya bakti sosial ini untuk mengakrabkan anak-anak muda GSJA Jateng I. Selain itu mengajak mereka bersosialisasi, karena sementara para jemaat tinggal di rumah-rumah warga selama pelaksanaan bakti sosial.
Sementara itu Pendeta GSJA Boyolali, Jawa Tengah yang hadir dalam acara ini, Kris Handrika Imanuel Raharjo mengatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan rangkaian dari acara Youth Camp yang dilakukan sejak kemarin.
"Hari ini kegiatan bakti sosial berupa bersih-bersih sampah plastik di lingkungan gereja yang kami tempati. Kegiatan ini merupakan kegiatan seluruh GSJA di Indonesia. Setiap kegiatan kaum muda menyelenggarakan bersih-bersih lingkungan dimana kami ada." kata Pendeta Kris Handrika Imanuel Raharjo.
Lebih lanjut Kris Handrika mengatakan, bakti sosial dilaksanakan dengan harapan akan berimbas kepada masyarakat luas. Anak-anak muda dapat menerapkan. Kegiatan serupa di wilayahnya masing masing.
"Youth Camp merupakan kegiatan pembinaan rohani anak anak muda khususnya di wilayah Jawa Tengah. Mereka boleh bertumbuh secara Iman juga sosial kemasyarakatan. Mereka boleh berdampak kemasyarakat sekitar. Selain itu mereka boleh belajar dan mengenal kehidupan masyarakat pedesaan. Kalau mereka berhasil di manapun, boleh ingat membantu kembali Indonesia di manapun mereka ditempatkan. Selain itu dimanapun mereka melihat orang yang membutuhkan, maka boleh mengulurkan kasih Tuhan kepada sesama," pungkas Kris Handrika.